Pentingnya Kolaborasi Psikolog, Orang Tua, dan Sekolah
Sekolah Kebun Al-Qalam – Mengenali perkembangan anak bukan tanggung jawab satu pihak saja. Psikolog atau tenaga profesional membantu melakukan pemeriksaan sesuai kompetensi dan kebutuhan anak. Orang tua memberikan informasi mengenai keseharian dan perkembangan anak di rumah.
Sementara itu, guru mengamati bagaimana anak berinteraksi, belajar, dan beradaptasi di lingkungan sekolah. Maka dari itu, dalam pendidikan anak, ketiga pihak tersebut harus memiliki sudut pandang yang saling melengkapi.
Apabila ada aspek yang membutuhkan dukungan tambahan, langkah selanjutnya bukanlah terburu-buru memberi label, melainkan mendiskusikan rekomendasi yang relevan. Bentuk dukungannya dapat berupa stimulasi di rumah, penyesuaian pendekatan pembelajaran, pemantauan perkembangan, atau konsultasi dan terapi lanjutan apabila memang diperlukan.
Penting pula dipahami bahwa tidak setiap anak harus menjalani pemeriksaan psikologis komprehensif sebelum masuk sekolah. Jenis asesmen sebaiknya ditentukan berdasarkan tujuan, kebutuhan, dan pertimbangan profesional.
Pengamatan perkembangan serta komunikasi antara orang tua dan guru juga merupakan bagian penting dalam memahami kesiapan anak. Anak tidak harus memiliki kemampuan yang sama pada usia yang sama. Ada keterampilan yang telah berkembang dengan baik, ada pula yang masih membutuhkan waktu, pengalaman, dan pendampingan.
Tugas orang dewasa adalah membantu anak mengembangkan potensinya tanpa mengabaikan kebutuhan yang sedang ia hadapi. Melalui kolaborasi antara psikolog, orang tua, dan sekolah, Sekolah Kebun Al-Qalam berupaya menempatkan pemahaman terhadap anak sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Sebab, pendidikan yang baik tidak dimulai ketika guru berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran, tetapi sejak orang dewasa berusaha mengenali siapa anak yang sedang mereka dampingi.
Karena itu, mengenal kesiapan anak sebelum memasuki lingkungan sekolah menjadi langkah penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui asesmen perkembangan atau psikologis sesuai kebutuhan anak.
Endah Supeni menjelaskan bahwa sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Kebun Al-Qalam memandang proses belajar sebagai perjalanan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
“Sebab, tugas pendidikan bukan sekadar memastikan anak mampu mengikuti pelajaran, tetapi juga memahami kebutuhannya agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Endah Supeni.
Endah kemudian menegaskan bahwa informasi mengenai perkembangan anak perlu digunakan untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai, bukan untuk memberi label atau membatasi potensinya.
Asesmen sebelum masuk sekolah bukanlah upaya mencari kekurangan anak. Asesmen merupakan salah satu cara untuk memahami titik awal perkembangan anak agar dukungan yang diberikan dapat lebih sesuai. (put)


