Uncategorized

Mengenal Anak, Bagian Komitmen Pendidikan Al-Qalam

Sekolah Kebun Al-Qalam – Memasuki sekolah merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Di lingkungan baru, anak tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mulai membangun kemandirian, berinteraksi dengan teman sebaya, memahami aturan, serta belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Kebun Al-Qalam memandang proses belajar sebagai perjalanan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Komitmen tersebut perlu dibangun sejak anak mulai mengenal lingkungan sekolah. Sebelum menentukan pendekatan pembelajaran, penting bagi sekolah untuk memperoleh gambaran tentang latar belakang perkembangan, kebiasaan, kekuatan, serta kebutuhan pendampingan setiap anak.

Puji Hartono dan Endah Supeni pendiri Sekolah Kebun Al-Qalam mengatakan bahwa yayasan pendidikan yang didirikannya memiliki peran penting dalam menjelaskan landasan pemikiran di balik pendekatan tersebut.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan keistimewaannya masing-masing,” papar Puji Hartono.

Endah Supeni lalu menjelaskan bahwa tugas pendidikan bukan sekadar memastikan anak mampu mengikuti pelajaran, tetapi juga memahami kebutuhannya agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

“Karena itu, mengenal anak sejak awal menjadi bagian penting dari upaya kami menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna,” tandas Endah Supeni.

Bagi Al-Qalam, pendekatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap anak tidak seharusnya dinilai hanya dari satu kemampuan atau dibandingkan dengan standar perkembangan anak lain secara sederhana. 

Sementara Kepala Sekolah Kebun Al-Qalam, Ibu Chotijatus Solicha atau yang akrab disapa Khadijah, menjelaskan bagaimana sekolah menerjemahkan pemahaman tentang perkembangan anak ke dalam praktik pembelajaran.

“Bagi kami, mengenal anak sejak awal membantu guru memahami bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda,” tandasnya. 

“Ketika kita mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan, guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran, memberikan pendampingan yang lebih tepat, dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua,” lanjut Khadijah.

Khadijah juga menjelaskan bahwa hasil asesmen bukan berarti guru harus mengubah seluruh proses pembelajaran untuk setiap anak secara terpisah. 

Sebaliknya, informasi tersebut dapat membantu guru membuat penyesuaian yang proporsional, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, supportif, dan menghargai perbedaan. (put)

Putri Rani

Putri Rani Syahtriani, S.Si merupakan lulusan Program Studi Biologi Universitas Negeri Jakarta yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan, lingkungan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak masa perkuliahan, ia aktif dalam berbagai kegiatan konservasi serta penelitian, khususnya di bidang ekologi dan kelautan.Selama lebih dari 17 tahun, Putri berkarya di dunia media sebagai jurnalis dan editor. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam melakukan riset, menyusun informasi, membangun komunikasi publik, serta menghadirkan konten yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.Di Sekolah Kebun Al-Qalam, Putri berperan dalam pengembangan media komunikasi dan publikasi sekolah. Melalui tulisan-tulisannya, ia berupaya mendokumentasikan setiap proses belajar, kegiatan peserta didik, serta berbagai praktik baik yang tumbuh di lingkungan sekolah agar dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak keluarga.Bagi Putri, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga proses menumbuhkan karakter, kecintaan kepada Al-Qur'an, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat belajar sepanjang hayat. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang akan berkembang ketika didampingi dengan kasih sayang, keteladanan, dan lingkungan belajar yang tepat.Selain aktif menulis, Putri juga memiliki perhatian pada isu ketahanan pangan, konservasi biodiversitas, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiarnya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!