Anak-Anak Hebat Al-Qalam Torehkan Prestasi di Berbagai Kejuaraan
Jonggol, Jawa Barat – Akhir pekan ini menjadi momen yang membanggakan bagi keluarga besar Sekolah Kebun Al-Qalam.
Dalam rangkaian kejuaraan olahraga yang berlangsung pada 19–24 Agustus 2026 di beberapa tempat dan cabang pertandingan, sejumlah siswa Al-Qalam berani turun bertanding, membawa semangat untuk memberikan yang terbaik.
Ada yang pulang membawa medali. Ada yang berhasil menjadi juara. Ada pula yang harus menerima kekalahan di babak awal.
Namun bagi Al-Qalam, setiap anak yang berani melangkah ke arena pertandingan adalah anak yang sedang belajar menjadi lebih kuat.
Karena kemenangan bukan hanya tentang berdiri di podium. Kemenangan juga tentang keberanian mencoba, kesediaan berlatih, kemampuan menerima hasil pertandingan, dan kemauan untuk kembali belajar.
Prestasi di Jakarta Open Taekwondo 2026
Pada Jakarta Open Taekwondo 2026, dua siswa Sekolah Kebun Al-Qalam berhasil meraih prestasi dalam kategori kyorugi.
Mikail Ahsan Budiman, siswa kelas 3 Sekolah Kebun, berhasil meraih Juara 2 dan medali perak pada kategori Kyorugi Pemula Pra Cadet.
Sementara itu, Malik Ardan Budiman, siswa kelas 6 Sekolah Kebun, juga berhasil meraih Juara 2 dan medali perak pada kategori Kyorugi Pemula Cadet.
Dua medali perak ini menjadi buah dari keberanian, latihan, dan perjuangan mereka di arena pertandingan.
Prestasi di 24 Vivera Cup 1 Aquatic Festival 2026
Prestasi berikutnya datang dari cabang olahraga renang. Ada Zhafindra Salaka Rizki, siswa kelas 3 SD, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang 24 Vivera Cup 1 Aquatic Festival 2026.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berlatih dapat membawa anak-anak Al-Qalam untuk terus berkembang di berbagai bidang.
Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional BNN Cup 7 Tahun 2026
Pada Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional BNN Cup 7 Tahun 2026, tiga siswa Al-Qalam antara lain Ilyas Randika Faustin, Atharizz Yusron Gusti Narendra dan Muhammad Zaki Alfatih Arshad menunjukkan keberanian mereka untuk turun ke arena.
Ilyas, pada 22 Agustus, bertanding dalam kategori Usia Dini 2 – Tanding Prestasi. Dalam pertandingan yang berlangsung tiga babak, Ilyas harus terhenti pada babak penyisihan pertama.
Meski belum membawa pulang medali, Ilyas memperoleh piagam prestasi. Dan yang tak kalah penting, Ilyas sudah mendapatkan pengalaman berharga: merasakan atmosfer pertandingan, menghadapi lawan, dan belajar menerima hasil dengan sportif.
Pada 23 Agustus, Athar bertanding dalam kategori Usia Dini 2 – Tanding Prestasi. Athar langsung melaju ke babak final dan berhasil meraih Juara 2 dengan medali perak.
Sementara itu, Zaki bertanding dalam kategori Usia Dini 1 – Pemasalan. Dalam satu kali pertandingan, Zaki berhasil meraih **Juara 2 dan medali perak.
Bagi Al-Qalam, Setiap Anak adalah Juara
Prestasi anak-anak ini mendapat apresiasi dari Endah Supeni, pendiri Sekolah Kebun Al-Qalam.
“Kami tentu bangga dengan prestasi anak-anak. Tetapi yang lebih penting dari medali adalah proses yang mereka jalani. Ketika anak berani mencoba, berlatih, menghadapi tantangan, kemudian belajar menerima hasilnya, di situlah sebenarnya pendidikan sedang berlangsung.” tandas Endah.
Menurutnya, keberanian untuk bertanding merupakan bagian dari proses pembentukan karakter anak.
“Kami ingin anak-anak Al-Qalam tumbuh menjadi anak yang berani, tangguh, tetapi tetap rendah hati. Menang jangan membuat kita sombong, kalah jangan membuat kita berhenti. Keduanya sama-sama bisa menjadi guru,” papar Endah.
Sementara itu, Chotijatus Solicha, Kepala Sekolah Kebun Al-Qalam, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh siswa yang telah mengikuti pertandingan.
“Selamat untuk anak-anak hebat Al-Qalam. Kami bangga kepada kalian, bukan hanya karena medali yang dibawa pulang, tetapi karena kalian sudah berani turun ke arena dan memberikan usaha terbaik,” ujar Khadijah, sapaan akrabnya.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada siswa yang belum berhasil meraih medali.
“Untuk yang hari ini menang, nikmati kemenangan dengan tetap rendah hati. Untuk yang belum menang, jangan berkecil hati. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Setiap pertandingan memberikan pengalaman dan menjadi bekal untuk pertandingan berikutnya,” tutup Khadijah. (put)


