Uncategorized

Bukan Sekadar Lomba, Al-Qalam Kenalkan Permainan Tradisional di HUT RI

Jonggol, Jawa Barat – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Kebun Al-Qalam bukan sekadar tentang lomba dan hadiah.

Sejak 10–14 Agustus 2026, anak-anak mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan yang juga menjadi ruang untuk mengenal kembali permainan tradisional dan budaya Indonesia.

“Bagi Al-Qalam, setiap kegiatan anak dapat menjadi bagian dari proses belajar. Karena itu, lomba 17 Agustus tidak hanya dirancang untuk membuat anak bersenang-senang. Di balik tawa, sorak-sorai, dan keseruan mereka, ada nilai yang ingin dikenalkan,” ujar Endah Supeni, S.Pd, selaku pendiri Sekolah Alam pertama di Citra Indah tersebut.

Belajar Budaya Lewat Permainan

Di tengah semakin dekatnya anak dengan permainan digital, permainan tradisional menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya melalui pengalaman langsung.

“Anak tidak hanya mendengar cerita tentang permainan tradisional, tetapi ikut mencoba dan bermain bersama teman-temannya,” tandas Chotijatus Solicha, Kepala Sekolah Kebun Al-Qalam.

“Melalui permainan, anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, berkomunikasi, dan menerima hasil permainan dengan sportif,” lanut Khadijah, sapaan akrabnya.

Ada yang menang, ada yang kalah. Namun yang lebih penting, anak belajar menikmati proses dan menghargai teman. Inilah yang ingin dibangun Al-Qalam: bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan dengan duduk dan membaca buku. Sebab anak justru belajar melalui gerak, tawa, permainan, dan kebersamaan.

Hias Bekal dan Tumpeng untuk Mengasah Kreativitas

Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada 18 Agustus 2026 melalui kegiatan menghias bekal dan tumpeng.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk menuangkan ide dan kreativitas melalui makanan,” ujar Khadijah.

Dalam kegiatan itu, anak dapat memilih bentuk, menyusun makanan, memadukan berbagai bahan, dan menghasilkan kreasi sesuai imajinasi mereka.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menjadi cara untuk mengenalkan tumpeng sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Dengan demikian, makanan tidak hanya menjadi sesuatu yang dinikmati, tetapi juga menjadi media untuk belajar tentang budaya, kreativitas, dan kebersamaan.

Tagar

Putri Rani

Putri Rani Syahtriani, S.Si merupakan lulusan Program Studi Biologi Universitas Negeri Jakarta yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan, lingkungan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak masa perkuliahan, ia aktif dalam berbagai kegiatan konservasi serta penelitian, khususnya di bidang ekologi dan kelautan.Selama lebih dari 17 tahun, Putri berkarya di dunia media sebagai jurnalis dan editor. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam melakukan riset, menyusun informasi, membangun komunikasi publik, serta menghadirkan konten yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.Di Sekolah Kebun Al-Qalam, Putri berperan dalam pengembangan media komunikasi dan publikasi sekolah. Melalui tulisan-tulisannya, ia berupaya mendokumentasikan setiap proses belajar, kegiatan peserta didik, serta berbagai praktik baik yang tumbuh di lingkungan sekolah agar dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak keluarga.Bagi Putri, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga proses menumbuhkan karakter, kecintaan kepada Al-Qur'an, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat belajar sepanjang hayat. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang akan berkembang ketika didampingi dengan kasih sayang, keteladanan, dan lingkungan belajar yang tepat.Selain aktif menulis, Putri juga memiliki perhatian pada isu ketahanan pangan, konservasi biodiversitas, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari ikhtiarnya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!