Parenting Al-Qalam 2026 Hadirkan Praktisi Pendidikan Sirojudin, S.Pd.SD, Bahas Pengasuhan Anak di Era Digital
Jonggol, Jawa Barat – Sejak awal berdiri, Sekolah Kebun Al-Qalam secara konsisten menyelenggarakan Kelas Orang Tua (Parenting Al-Qalam) sebagai bagian dari budaya belajar yang terus dibangun di lingkungan sekolah. Bagi Al-Qalam, pendidikan bukan hanya tentang proses belajar anak di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana orang tua dan pendidik terus bertumbuh, memperbarui ilmu, serta memperkuat keterampilan dalam mendampingi anak sesuai dengan perkembangan zaman.
“Sebab menjadi orang tua tidak ada buku manualnya, oleh karenanya kita harus selalu belajar dan Al-Qalam selalu memfasilitasi hal tersebut,” ujar Endah Supeni selaku pendiri Al-Qalam.
Al-Qalam meyakini bahwa tantangan dalam mendidik anak akan terus berubah. Karena itu, sekolah berkomitmen menjadi ruang belajar bagi seluruh ekosistem pendidikan. Ketika anak belajar di sekolah, guru meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik, dan orang tua pun terus memperkaya wawasan pengasuhan agar tercipta keselarasan antara pendidikan di rumah dan di sekolah.
“Mendidik anak akan sukses jika sekolah dan orang tua berjalan dan bertumbuh bersama,” ujar Chotijatus Solica, Kepala Sekolah Kebun Al-Qalam.
Wanita yang akrab disapa Khadijah ini kemudian menegaskan bahwa komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Parenting Al-Qalam 2026 yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Menjaga Fitrah Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Membangun Kebiasaan Digital yang Aman dan Sehat.”
“Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan pengasuhan di era digital yang menuntut kolaborasi yang semakin erat antara keluarga dan sekolah,” jelas Khadijah.
Untuk memberikan wawasan yang aplikatif dan kontekstual, Al-Qalam menghadirkan Sirojudin, S.Pd.SD, seorang praktisi pendidikan, pendamping pembelajaran, pengembang sistem pembelajaran digital, sekaligus pegiat literasi yang telah berkiprah lebih dari 15 tahun di dunia pendidikan.
Pengalaman beliau tidak hanya diperoleh dari ruang kelas, tetapi juga dari kepemimpinannya sebagai Pendiri dan Kepala PKBM Sahabat Fitrah periode 2021–2026. Dalam perannya tersebut, Sirojudin mendampingi peserta didik, keluarga, serta para pendidik dalam membangun sistem pembelajaran yang berpusat pada perkembangan anak dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Selain aktif mengajar, beliau juga mengembangkan berbagai sistem pendidikan berbasis teknologi, seperti Learning Management System (LMS) berbasis Moodle, sistem ujian daring, jurnal digital, hingga perpustakaan digital sekolah. Pengalaman tersebut memberinya perspektif yang utuh mengenai peluang sekaligus tantangan yang dihadapi anak-anak ketika hidup berdampingan dengan gawai dan internet,” tandas Khadijah.
Di bidang pengembangan pembelajaran, Sirojudin dipercaya sebagai Supervisor Modul Pembelajaran di SDS Alam Komunitas Fitrah Lebah dengan pendekatan desain instruksional Robert M. Gagné. Beliau juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang Pendidikan Sekolah Dasar serta terus memperkaya kompetensinya melalui berbagai pelatihan, antara lain Brain-Based Learning, Kurikulum Merdeka, kesulitan belajar, mendongeng, Matematika Gasing, hingga Sertifikasi UMMI.
Bahkan, bukan hanya dikenal sebagai pendidik, Sirojudin juga aktif dalam dunia literasi. Ia merupakan penulis novel Di Narita, kontributor beberapa buku literasi kolaboratif, serta editor berbagai buku pendidikan. Kemampuannya dalam mengolah materi dan menyampaikan gagasan secara komunikatif menjadi salah satu kekuatan dalam setiap sesi pelatihan dan parenting yang dibawakannya.
“Melalui Parenting Al-Qalam 2026, Sirojudin akan mengajak orang tua memahami bagaimana menjaga fitrah anak di tengah derasnya arus informasi digital. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas risiko penggunaan gawai, tetapi juga memberikan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” papar Khadijah.
Adapun beberapa pokok bahasan yang akan diangkat meliputi:
- Memahami tantangan pengasuhan anak usia TK–SD di era digital.
- Membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.
- Menyusun aturan penggunaan gawai yang realistis, sehat, dan konsisten di rumah.
- Menyikapi paparan konten yang tidak sesuai usia tanpa mempermalukan atau menghakimi anak.
- Membangun sinergi antara orang tua, pengasuh, dan sekolah dalam mendampingi anak.
- Mengenali kapan orang tua perlu mencari bantuan dari tenaga profesional.
Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa tantangan pengasuhan di era digital tidak dapat dihadapi oleh keluarga ataupun sekolah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, komunikasi yang sehat, serta pemahaman yang tepat agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab tanpa kehilangan fitrah dan karakter baiknya.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Kebun Al-Qalam berharap setiap orang tua memperoleh wawasan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk mendampingi putra-putrinya menghadapi dunia digital secara bijaksana. Dengan demikian, sekolah dan keluarga dapat berjalan seiring dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, cakap memanfaatkan teknologi, serta mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Tentang Kegiatan
Parenting Al-Qalam 2026 – Kelas Orang Tua
Tema: Menjaga Fitrah Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Membangun Kebiasaan Digital yang Aman dan Sehat
Narasumber: Sirojudin, S.Pd.SD
Hari/Tanggal: Sabtu, 8 Agustus 2026
Tempat: Sekolah Kebun Al-Qalam, Citra Indah City, Jonggol, Kabupaten Bogor
Peserta: Orang tua dan wali murid PKBM Al-Qalam serta masyarakat umum di sekitar Citra Indah dan Jonggol.
(put)


