Uncategorized

Mengenal Kepala Sekolah Baru Sekolah Kebun Al-Qalam: Menjadikan Al-Qur’an sebagai Landasan, Membangun Sinergi dalam Pendidikan

Jonggol, Jawa Barat – Setiap amanah adalah ujian, dan Allah tidak pernah salah meletakkan amanah di pundak hamba-Nya. Kalimat inilah yang menjadi salah satu pegangan hidup Chotijatus Solicha, sosok yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah Sekolah Kebun Al-Qalam.

Perempuan yang akrab disapa Khadijah ini memiliki nama yang terinspirasi dari sosok mulia istri Rasulullah SAW. Ia berharap, sebagaimana Sayyidah Khadijah memberikan manfaat besar bagi umat, dirinya pun dapat menghadirkan kebermanfaatan, khususnya bagi dunia pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak.

Perjalanan Khadijah di Al-Qalam dimulai pada akhir tahun 2024. Saat itu, ia bergabung sebagai guru kelas Al-Qur’an untuk menggantikan salah seorang guru yang akan menjalankan perjalanan ke Jepang. Awalnya, tugas tersebut hanya direncanakan berlangsung selama dua pekan. Namun atas kehendak Allah SWT, amanah itu terus berlanjut hingga kini.

Meski telah berkecimpung di dunia pendidikan sejak tahun 2006, bergabung dengan Al-Qalam menghadirkan pengalaman yang berbeda baginya. Ia merasakan semangat baru saat bekerja bersama para guru muda yang penuh energi dan kreativitas. 

Di sisi lain, menurut Khadijah, keberagaman karakter serta potensi yang dimiliki para peserta didik menjadi ruang belajar yang tidak pernah berhenti baginya sebagai seorang pendidik.

“Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Dari merekalah saya juga terus belajar,” ungkapnya. 

Keharmonisan yang terjalin dengan para orang tua murid turut menjadi bagian yang membuat lingkungan belajar di Al Qalam terasa hangat dan menyenangkan. Bagi Khadijah, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah jalan menuju kemuliaan, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Pendidikan merupakan proses pembentukan karakter, dari yang belum mampu menjadi mampu, dari perilaku yang kurang baik menuju pribadi yang lebih baik.

Karena itu, ia berharap suasana belajar di Sekolah Kebun Al Qalam terus berkembang menjadi lingkungan yang dinamis, humanis, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas pembelajaran.

“Rasulullah SAW menjadi teladan dalam membangun adab dan akhlak, sehingga sekolah mampu melahirkan generasi yang bertakwa, berkarakter, dan kelak menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” harap Khadijah.

Dalam memandang kepemimpinan, Khadijah menilai bahwa seorang pemimpin memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sebuah organisasi. Menurutnya, kepemimpinan yang baik dapat dirangkum dalam tiga fungsi utama, yaitu MOS: Monitoring, Organising, dan Supervising. Ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang agar seluruh elemen sekolah—mulai dari tenaga pendidik, peserta didik, orang tua, hingga lingkungan sekitar—dapat bergerak dalam arah yang sama.

“Kepemimpinan yang efektif akan menciptakan rasa aman dan nyaman, meminimalkan kesalahan, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Ia juga meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak mungkin dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi merupakan kunci utama. Sinergi antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, yayasan, dan seluruh warga sekolah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

“Berkolaborasi bukan berarti menghilangkan perbedaan. Justru melalui kolaborasi, perbedaan dapat disatukan menjadi kekuatan yang saling melengkapi demi tercapainya tujuan bersama,” tuturnya.

Mengemban amanah sebagai kepala sekolah tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Khadijah menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama dalam membangun komunikasi yang semakin efektif dengan seluruh elemen sekolah serta memperkuat sistem manajemen mutu agar Sekolah Kebun Al Qalam terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul.

Namun ia percaya, selama setiap langkah diawali dengan doa, diiringi kemauan untuk terus belajar, dan dikerjakan bersama dalam semangat saling menguatkan, Allah SWT akan memberikan jalan terbaik.

“Dengan semangat tersebut, Saya berharap Sekolah Kebun Al Qalam dapat terus menjadi rumah belajar yang bukan hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan adab, dan melahirkan generasi Qurani yang siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!